Skip to main content

Tentang Talkshow Keluarga Pejuang Phd di Inggris


Saya kagum dengan Ibu Ratih Nur Esti A, seorang wanita karir, berpendidikan tinggi, tetapi beliau tidak pernah melupakan perannya sebagai ibu rumah tangga. Lagi lagi bicara tentang pendidikan wanita, pernikahan dan figur seorang ibu. Menurut saya bukan suatu hal yang tidak wajar lagi kita membahas tentang pernikahan 😂 usia kita sekitar 18,19 atau bahkan sudah ada yg 20 ++. Saya memperkirakan seorang wanita paling maksimal pake banget menikah diusia 27 tahun. Semakin cepat lebih baik, lebih dari itu jangan sampai. Bukannya saya keburu pengen nikah, jujur saya sendiri sudah memasang target usia menikah wkwk usia standar lah hehe. Hal semacam itu memang harus ditargetkan, bahkan kita harus memiliki perencanaan hidup. Kita harus memiliki jiwa visioner. Untuk 5 tahun yg akan datang, atau 10 tahun yg akan datang kita ingin menjadi apa? Pencapaian apa yg akan kita raih, harus kita rencanakan. Pernah dengar, jika kita berkendara kita harus memiliki tujuan jika tidak akan diarahkan oleh setan. Begitu juga dengan kita, kita hidup harus memiliki tujuan dan rencana. Hal itu juga yang akan membuat kita berusaha untuk menggapai impian dan memprioritaskan hal-hal yg perlu dilakukan. Jika kita tidak memiliki tujuan atau ngalir saja kita nggak akan punya motivasi dan semangat untuk berkembang maju. Urusan hasil kembalikan pada Allah, yang penting kita sudah berusaha ya nggak? 😊

Dengan usia kita sekarang, tersisa beberapa tahun saja untuk kita mempersiapkan diri. Tentu itu  persiapan yang sangat amat sebentar untuk perjalanan yang cukup lama bersama pasangan. Jadi jangan ragu untuk belajar dan memperbaiki diri ya. Harus segera kita mulai nih dengan serius 😊 tanpa menganggu kewajiban atau prioritas lainnya 😊 Kelak silakan kalian memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga atau wanita karir. Jujur aku lebih memilih menjadi keduanya hehe. Menjadi seorang wanita karir jangan sampai melupakan tugasnya menjadi ibu rumah tangga berperan mendidik anak dan mengurusi suami. Kan bisa liv urusan rumah tangga di alihkan pada pembantu? Waduh.. Bukankah mengabdi dan membahagiakan suami itu merupakan suatu kebahagiaan tak ternilai harganya. Berpikirlah jika kita mampu melakukan sendiri kenapa harus dilakukan oleh orang lain. Itu kan kewajiban  menjadi seorang istri, istrinya suamimu kan bukan pembantumu? Wkwk jika kamu dapat melayani suamimu dengan baik maka suami akan melakukan hal yg serupa, betah, dan nggak kelain hati 😂 Ingat ya ! Istri juga bukan pembantu. Intinya saling menuntaskan kewajiban dan hak kedua belah pihak dengan penuh bahagia dan cinta. Eaaak :v

Seorang wanita memiliki peran pendidik, seorang ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Bahkan mendidik anak dimulai sejak dalam kandungan, janin mulai dapat diajak komunikasi karena otak mulai berkembang walaupun belum secara maksimal. Diharapkan wanita memiliki wawasan yang luas dan akhlak baik tentunya, karena semakin banyak ilmu yg dapat diajarkan maka akan berpengaruh juga terhadap kecerdasan anak dan didikan moral orang tua akan membentuk karakter / kepribadian anak. Jika ada yg mengatakan rusaknya negara karena rusaknya wanita. Banyak benarnya juga, jika wanita rusak maka tidak mampu mendidik anak secara baik terutama dalam hal menjadi suri teladan dan banyak yg tidak mempedulikan pertumbuhan dan perkembangan anak terutama tentang akidah dan akhlak.  Perlu diketahui, seorang anak mampu menangkap dengan cepat apa yang dipelajari ketika melihat dan mencontoh. Dengan pembekalan pendidikan terutama agama anak akan tidak mudah melakukan tindakan yang melanggar dan lebih berpikir panjang dalam memutuskan suatu tindakan. Dipundak kita memikul tugas untuk mencerdaskan dan mencetak generasi yang baik. Tidak terlepas pula peran laki-laki didalamnya.
Mengapa wanita harus berpendidikan tinggi? Wanita memang harus berpendidikan tinggi, cerdas dan berakhlak baik selain berhubungan dengan peran mendidik anak, jika muslimah mampu menguasai ilmu" pengetahuan dan berpencar di universitas terbaik dunia maka dapat membentuk mindset bahwa seorang muslimah tidak kolod dan mampu bersaing dengan wanita" negara barat. Berpengaruh besar juga peran bagi agama kita. Ketika memiliki mimpi jangan tanggung-tanggung!!! Mimpilah setinggi mungkin. Ingat kita punya Allah 😊 tetap berusaha dan serahkan semua hasil pada Allah. Skenario Allah terbaik. Peran laki-laki (pasangan) dibutuhkan dalam mendukung sang wanita untuk berkembang maju bukan mengekang, dari mencari ilmu mampu digunakan untuk mendidik anak.

Bapak Ario Muhammad mengatakan setiap manusia memiliki will power yang pada suatu waktu akan menemui titik jenuh. Diibaratkan seperti ketika kita membawa suatu buku selama 1-2 menit maka tidak terasa apa-apa, tetapi jika hal itu kita lakukan selama 30 menit maka akan terasa pegal atau lelah. Karena terbatasnya will power yang dimiliki, kita dituntut untuk mendahulukan hal-hal yang menjadi prioritas sebelum melakukan kegiatan lainnya. Syarat memiliki will power baik, pertama kekuatan jiwa dan mental yang baik yaitu hanya didapat oleh mereka yang dekat sama Allah. Jika ingin produktif maka dekatlah pada Allah maka Allah akan permudah. Kalian akan memiliki fokus yang kuat ketika kalian tidak berada masa futur. Masalah persoalan akademik akan lancar jika kalian menjaga kualitas mental. Kedua dengan menjaga kekuatan fisik yaitu dengan olahraga. Rutin berolahraga sehingga badan sehat dan akan jauh lebih semangat untuk melakukan suatu kegiatan.

Unbroken concentration dimana manusia hanya mampu fokus melakukan kegiatan selama 3-4 jam saja terutama dipagi hari. Selama 4 jam tersebut, diharapkan mampu fokus terhadap rutinitas berkualitas yang membuat konsentrasi kita tidak pecah seperti membaca buku. Sering terdengar pepatah tentang buku adalah jendela dunia, saya sangat setuju mengenai hal tersebut karena dengan membaca kita akan lebih paham dan tahu banyak hal. Ilmu yang pernah saya dapatkan menunjukkan bahwa apa yang seseorang baca akan membentuk karakter pribadi tersebut. Misal saja, manusia yang sering membaca novel-novel galau maka dia akan mudah terbawa perasaan atau baper wkwk dan jika sering membaca komik atau bacaan tentang peperangan dan pembunuhan maka akan tumbuh menjadi karakter yang keras dan bengis. Memang tidak semua sesuai dengan pendapat tersebut, tetapi alangkah lebih baiknya ketika kita membaca buku-buku yang memotivasi diri dan bermakna. Hingga saat ini, Indonesia memiliki tingkat budaya literasi yang rendah. Padahal budaya literasi menjadi salah satu tolak ukur baik atau tidaknya kualitas pendidikan. Saya mengajak teman-teman untuk membaca 1 hari minimal 30 menit.

Jangan pernah takut untuk melanjutkan pendidikan diluar negeri. Insyaa Allah akan tetap terjaga diri kita dari pengaruh budaya negatif selama kita selalu mendekatkan diri pada Allah dan rutin mendengarkan kajian-kajian. Kebanyakan mereka yang hanyut terbawa arus lingkungan negatif karena kurang mau menerima masukan atau nasihat. Padahal agama itu adalah nasihat. Semakin nasihat itu berkurang maka interaksi terhadap kebaikan akan berkurang. Teruslah mencari, mencintai dan menikmati ilmu bukan hanya sekedar mencari IPK saja. Ilmu sekecil apapun bahkan dianggap tidak penting tetap memiliki nilai yang mampu diambil hikmah dan diaktualisikan didalam kehidupan. Tidak akan sia-sia dalam mencari ilmu ! Jangan pernah takut salah dan terus mencoba. Jika kita tidak mencoba lantas bagaimana kita tau kapasitas kemampuan yang kita miliki. Bukankah dari kesalahan atau kegagalan akan membuat kita belajar tentang pantang menyerah. Suatu hal yang terus menerus dicoba dan diulangi lama kelamaan akan semakin terbiasa dan mudah untuk menghadapinya.  Kuncinya seperti belajar matematika hehe 😊 Semua itu tergantung pada keyakinan dan kemauan untuk terus berusaha.  Tetap semangaaaaat !

Comments

Popular posts from this blog

Hey kau !

Hey kau pejuang kehidupan ! Kualitas diri harus kau tingkatkan Potensi diri harus kau kembangkan Jangan hanya duduk di zona nyaman Bangkitlah gapai impian Hidup jangan stagnan Kau harus memiliki pencapaian -Livia Putri Faradila Klaten, 25 agustus 2018